Dan Farajmu Berkilauan Di Ujung Malam
Dan farajmu berkilauan di penghujung malam
Ialah cahaya bukit sina yang membawa peradaban
darinya bintang-bintang mati dan semesta dimulai
aku yang serpihan anai membentuk diri
.
Aih,
Dan farajmu yang berkilauan di penghujung malam
di antara kedua belah pahamu aku berserah
membiarkan diri berdansa dengan anggun
diiringi gending-gending waktu
yang melayangkan partikel udara
.
nafasku,
jiwa yang tubuh memompa dirinya sendiri
terus berlari, mengayuh terengah untuk mati
hanya tuju kau, sayang,
sayang,
sayang
aku
sayang
kau
.
hingga waktu berhenti dan hatiku tak lagi di sini
hingga mati terlewat dan akhirat tersibah
.
aku akan terus menuju
ke farajmu yang berkilauan
hingga di penghujung malam
sayang,
.
aku
sayang
kau
.
Margonda, 2007

Hehehe, gw cuma ngerti "farajmu", ough, dr koleksi cerite hanget tuh yeu, Pak Cik Nosa:p
Posted by: Endang | June 6, 2007 10:56 PM