« Ketika Waktu Mati Telah Lewat | Main | Sajak Pemecah Kesepian Abadi »

Dinding Mendingin

Dinding mendingin

kala panas caya mentari mengelam malam

.

dan kamar kita pun menyejuk, sayang

dengan aku yang membeku sendiri di dalamnya

merindu

.

Perlahan-lahan, pertengkaran hari itu menguap

ditiup angin yang menjilat tirai jendela kita

dan menyusup ke dalam hatiku, melalui rongga-rongga rambut

di kepalaku.

.

Di dalam sana, angin yang kini menguasai ruang kosong

mencairkan es dalam aku, melelehkannya di kedua mataku

.

seakan tidak pernah belajar, bahwa hidup adalah derita

dan ada tiada kau, ia tetap bersua

.

Seakan tidak pernah belajar, aku ulangi lagi sayatan kata panas

yang menelusuri lembah-lembah cinta kita

dengan lahar seteruan

.

Tapi tidak akan ada maaf kali ini

tidak dariku

dan semoga tidak darimu

.

Cinta ini belum selesai, dan takkan pernah selesai

paling tidak, aku harus membaginya dengan orang lain

selain kau

.

kerna hatiku padamu

takkan habis dimakan pertengkaran

.

namun kita yang akan mati

menulang di dalam merapi

mengulang dengan meratapi

mengakhiri dalam sepi

.

Aku sayang kau

pergilah, cari ruang baru

.

yang ini terlalu pengap untuk kita

takkan ada nyawa tertiup di sini

.

2007

                            

Comments

Post a comment

Post a comment

Name:

You are currently signed in as .