« Tangisan... | Main | Sembunyi »

Ketika Mati

Ketika mati
mayatmu akan dibawa pulang untuk didoakan
semoga kau diterima di sisinya, dosamu diampuni, dan amalmu dibalas

tapi sebelum itu, mayatmu akan diotopsi dulu di rumah sakit. di obok-obok, dan dibuat sedikit penelitian anak kedokteran baru.
Kalau kau banyak uang, kau bisa langsung dimandikan oleh orang asing yang menusuk lobang duburmu dengan jarinya untuk mengeluarkan tahimu. Kalau kau kena penyakit menular, seperti AIDS, dan kau dimandikan seorang yang bukan dari rumah sakit, percaya padaku, menyentuh ketiakmu saja ia tak berani.

Dan ketika kau dipulangkan  ke rumah. mayatmu akan dijadikan mainan. Kau ditaruh di atas kasur untuk di doakan, sementara tubuhmu mulai bau dan membusuk, serta serangga-serangga mulai tak sabar memakanmu. mereka melemparkan kamper, supaya serangga pada pergi. dan kau akan didoakan yassin, padahal kau sudah tak bisa mendengar apa-apa lagi.

paginya kau diangkat ke masjid, disalatkan, dan dikuburkan. semua agama sama saja tentang upacara pemakaman. akhirnya ada yang dibakar, dikubur, atau ditenggelamkan ke laut. tetapi mereka semua suka sekali bermain dengan mayat. sekumpulan nekromaniak.

kata orang islam, hanya mati sahid akibat bertempur saja yang tak perlu disalatkan atau dikafankan. boleh langsung dikubur.
Aku benci orang islam, tapi aku suka filosofi mati sahid di atas.

aku akan berperang melawan kebodohan dan agama-agama, sehingga aku akan mati sahid sebagai seorang Anti-establishment.

umurku tinggal sedikit. setiap hari aku dihantui mati. tapi kini aku sadar, bahwa ia mencintaiku. akan kunanti ia datang, biar semua cinta ini benar-benar berakhir.

aku lelah.
benar-benar lelah.

                            

Comments

Post a comment

Post a comment

Name:

You are currently signed in as .