Perjamuan Sang Lapar
Laparku, Silka, Silka
Larilah dengan kudamu!
.
Jika aku punya selera,
tidaklah lain cuma untuk tanah dan batuan bumi.
Makan! Makan! Makan! Aku makan angin,
makan batu, makan besi
.
Mereka bermain dengan gembira, lapar-laparku
menunggu suara tetesan embun nan merdu!
Lalu bergetarlah jatuh mengalir racun nikmat
dari bunga bakung di suatu pagi;
.
Di batuan yang dipecahkan seorang fakir
di batuan pondasi masjid-masjid
di batuan koral tertampar ombak anak-anak
di batuan terbunuh untuk dimakan, di lembah keabuan!
.
Laparku adalah udara pekat hitam;
memakan birunya langit;
—itulah sebab perutku menggigit nyeri.
itulah kesedihan.
.
Waktu humus mengambang ke permukaan bumi!
Akan kurobek dagingku dan petik buahnya
akan kutoreh hatiku dan makan sayurannya
juga semua bunga-bunganya
.
Laparku, Silka, Silka
Larilah dengan kudamu!
.
Nosa yg berusaha tidak lapar—2007
saduran dari
Fêtes De La Faim
Arthur Rimbaud

nosa setahu gw waktu smu, anak yang gokil,nggak tahu malu,malu-maluin tapi orangnya asik. whazzup man apa kabar
Posted by: andry | June 21, 2007 01:39 AM